MENIKMATI terik matahari di pantai berpasir putih, berselancar di ombak laut yang
biru, dan menunggu keanggunan matahari terbenam tidak hanya bisa dinikmati di
Bali. Aceh punya Pantai Lampuuk yang memiliki semua kelebihan itu. Pantai yang
berada di wilayah Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, ini menghadap ke Samudra
Hindia. Lokasi
Pantai Lampuuk persisnya di wilayah barat Aceh, sekitar 15 kilometer dari Banda
Aceh. Kondisi jalan menuju ke tempat itu cukup bagus sehingga memudahkan
wisatawan. Belum ada angkutan umum ke sana sehingga wisatawan harus menggunakan
kendaraan pribadi.
Pantai Lampuuk memiliki garis pantai sepanjang
sekitar 5 kilometer. Pantai ini berpasir putih bersih nan lembut, air laut
berwarna biru kehijauan, dan ombak yang bersahabat untuk para peselancar. Ke
arah daratan terdapat pepohonan pinus yang rimbun dan lebih jauh lagi terlihat
deretan pegunungan yang hijau. Ketika petang menjelang, pengunjung pun bergegas ke
pinggir pantai menanti sang surya turun ke peraduannya. Kebanyakan mereka
bersiap dengan kamera masing-masing untuk mengabadikan keindahan alam kala sang
surya terbenam di ufuk barat.
Panorama alam itu membuat Pantai Lampuuk
menjadi salah satu primadona wisata di Aceh. Apalagi, pantai itu berada di
daerah perkampungan yang masih sepi dan tenang. Di sana, wisatawan bisa sesaat
melepas penat dari hiruk-pikuk suasana kota yang bising. Tak hanya bagi wisatawan lokal
Aceh, keindahan Pantai Lampuuk juga menggoda sejumlah wisatawan dari luar Aceh
untuk datang. ”Pantai Lampuuk membuat warga dari luar Aceh, terutama Medan,
tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk melihat indahnya pantai berpasir putih dan
laut biru yang bersih
Mulai bangkit
Pascatragedi tsunami dan perjanjian damai Aceh,
sektor pariwisata di Aceh memang kembali menggeliat. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik Aceh, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara ke Aceh terus
meningkat, khususnya tiga tahun terakhir. Jumlah wisatawan domestik ke Aceh sebanyak 720.079
orang pada tahun 2010. Jumlah itu terus meningkat menjadi 959.545 orang pada
2011 dan 1.026.800 orang tahun 2012. Adapun jumlah tamu mancanegara ke Aceh
sebanyak 20.648 orang pada tahun 2010. Jumlah itu terus bertambah menjadi
28.054 orang tahun 2011 dan 28.993 orang pada 2012.
Momentum itu tidak disia-siakan oleh masyarakat
di sekitar Pantai Lampuuk. Mereka membangun bungalo untuk para wisatawan yang
ingin beristirahat ataupun bermalam di sana. Ada pula pedagang yang membangun
warung dan pondokan di tepian pantai. Bahkan, di antara para pemilik bungalo, warung, dan
pondokan itu ada beberapa warga dari luar Lhoknga. Sinong (35), warga Sigli,
Pidie, misalnya, memanfaatkan celah bisnis di daerah itu dengan membangun
warung dan pondokan di tepian Pantai Lampuuk sejak tiga tahun lalu.
”Pantai ini semakin ramai sejak tsunami dan
perjanjian damai Aceh. Terutama pada Sabtu dan Minggu, tempat ini padat sekali.
Untuk menambah pemasukan, saya pun berjualan di sini,” kata Sinong. Muhammad Zikru (26), warga Desa
Lamlhom, Lhoknga, Aceh Besar, menuturkan, memang pascatsunami dan perjanjian
damai Aceh, obyek wisata Pantai Lampuuk semakin ramai dikunjungi wisatawan
domestik dan mancanegara. Kondisi itu merupakan cermin betapa menarik keindahan
alam Aceh sehingga pasca-terjangan tsunami bisa lekas bangkit dan kembali
dikunjungi wisatawan.
”Padahal, tahun 2004, pantai ini merupakan
salah satu tempat terparah yang dihantam tsunami. Bahkan, akibat musibah itu,
separuh warganya menjadi korban dan hanya satu bangunan yang tersisa, yakni
Masjid Rahmatullah Lampuuk,” ujarnya.
http://travel.kompas.com/read/2014/02/01/0927081/Pantai.Lampuuk.nan.Indah.di.Aceh
Bukan hanya pantai yang indah, ada juga yang menikmati enaknya makan
ikan bakar yang seharga Rp. 50.000 an sampai dengan ratusan rupiah sambil
melihan keramaian, keindahan, dan meresapi suasana tebenamnya matahari…


0 comments:
Post a Comment