![]() |
Gunung Seulawah Agam adalah sebuah gunung
yang terletak di Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh
Besar, ProvinsiAceh.
Selain dikenal sebagai
Seulawah Agam, gunung yang memiliki tinggi 1726 mdpl ini memiliki nama-nama
lain seperti , Solawa Agam, Solawaik Agam, Selawadjanten, dan Goldberg. Kawah
Seulawah Agam dikenal sebagai Kawah Heutsz dan ada juga yang menyebut kawahnya sebagai
Tanah Simpago
Gunung Seulawah Agam
terbentuk akibat pertemuan lempeng Indo-Australia yang bergerak relatif ke
utara, menujam di bawah Lempeng Kerak Benua Eurasia. Akibat penujaman itu maka
terjadi proses peleburan (melting) kerak Samudera Indo-Autralia menjadi magma,
yang kemudian menerobos kepermukaan melewati zona lemah dan kemudian membentuk
Gunung Seulawah Agam.
Seulawah adalah nama
gunung yang dikenal oleh masyarakat aceh dengan puncaknya Seulawah Agam dan
Seulawah Dara dan juga sebagai Kawasan Penyangga Ekosistem Leuser, Kawasan ini
memiliki luas lebih kurang 1,4 juta ha yang meliputi wilayah Aceh Barat, Nagan Raya,
Aceh Jaya, Aceh Besar, Pidie, Bireun dan Aceh Tengah. Kawasan Seulawah dengan
suhu udara minimum 19-21 C dan maksimum 25-30 C dengan curah hujan yang
berkisar 2.000 – 2.500 mm pertahun, dengan ketinggian 1.800 meter di atas
permukaan laut (Mdpl).[2]
Dengan kondisi alam
yang sejuk dan curah hujan yang tinggi maka didaerah tersebut banyak didapati
bermacam jenis Flora dan fauna seperti : Gajah yang di kenal dengan
legenda Pocut Meurahnya, rusa, harimau, beruang, kancil, babi hutan,
tenggiling, Landak dan ular, juga terdapat berbagai macam jenis burung yang
selalu menghiasi kawasan ini. Luasnya bukit yang terjal yang diselimuti oleh
berbagai macam jenis kayu seperti meranti,
copat, cemara,
beramah, urip, deriam dan semantuk sehingga menjadi penyangga kehidupan bagi
makhluk hidup di kawasan tersebut.
Gunung
Seulawah Agam terletak di Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh
Besar. Gunung Seulawah
Agam merupakan salah satu gunung berapi tipe C di Provinsi Aceh, Pada tanggal
16 & 21 agustus 1975, terdengar suara gemuruh dan asap keluar dari Gunung
Seulawah Agam (Sumber: Direktorat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi).
Dalam perjalanan
menuju pucak gunung Seulawah agam sangatlah mengesankan, dimana pada awalnya
titik pintu masuk di namakan Pintu Rimba. Pintu Rimba itu sebuah tempat yang
mana kita menuju kepuncak melalui pintu rimba, bukan hanya saja pintu rimba,
ada juga dengan yang lainnya yang membuat kita penasaran, yaitu, Beringin
Tujuh, beringin tujuh itu adalah nama tempat, namun ada 7 pohon beringin yang
sangat besar dan sangat indah, sekiranya beringin itu berusia puluhan juta
tahun yang sudah lamanya hidup, selanjutnya kitai jumpai dengan Batu Gajah,
Batu Gajah itu bentuk daripada kumpulan batu dan kayu yang mengukir kemiripan
dengan gaja, apakah mungkin gunung ini juga di identik dengan gajah, mungkin.
Nah, perjalanan selanjudnya kita ketemui dengan Pintu Angin, dinamakan pintu angin itu karena dalam perjalanan 6 jam menuju puncak, tidak pernah tampak keluar atau bisa kita lihat sekelilingnya.nah disitu adalah tempat persinggahan juga, kemudian baru kita jumpai puncak. Dalam perjalan 6 jam, akhhirnya kita temui puncak Seulawah Agam. Dengan lelahnya perjalanan, ketika melihat pilar itu air mata akan menetes, terharu akan keindahan alam, bergetar akan jiwa kita dan dilandas dengan suara azan. Perjalanan kita sangat banyak memberi pengalaman dalam hidup kita, baik kekompakan, keharmonisan dan lainnya.




0 comments:
Post a Comment