Pramuka kwarti ranting Lhoknga (SAKA WIRAKARTIKA)
melaksanakan kegiatan pelantikan menjadi pengurus kecamatan Lhoknga yang di hadiri
oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Lhoknga
(HIMAL) dan Mahasiswa KKN Unsyiah
2014 yang kemudian pada sore harinya mengarahkan seluruh yang menghadiri pada
kegiatan tersebut untuk bekerja sama dalam kegiatan pembersihan pantai Lhoknga dari
Pantai Pulo kapok sampai pantai pasi jalang atau depan PT. Lafarge Cement
Indonesia dan juga di ikut sertakan oleh gerakan pramuka SMP-SMA kutabaro
kabupaten Aceh Besar.
Dari
semua kegiatan tersebut untuk pembuktian kepada masyarakat maupun wisatawan
bahwa betapa pentingnya menjaga ke stabilan Ekosistem laut. Tanpa kita
sadari, kita sering lupa sama keberadaan Ekosistem laut. Padahal, laut punya kemampuan
menyerap karbon (CO2) yang cukup besar. Laut Indonesia saja, bisa menyerap
hingga 43,6% kadar karbon dunia. Sayangnya, kemampuan laut ini berkurang karena
ekosistem yang semakin rusak. Itulah kenapa, penting
untuk menjaga ekosistem laut. Sebelumnya, mari kenalan dulu dengan beberapa
bagian ekosistem laut yang penting ini
Terumbu Karang Banyak spesies laut yang hidup di dalam terumbu
karang. Mulai dari hewan karang, alga, anemone, plankton dan berbagai jenis
hewan laut. Mereka hidup berdampingan dan saling menguntungkan, terutama dalam
hal makanan dan berbagi tempat tinggal. Jika terumbu karang rusak, otomatis
kehidupan laut akan mati. Ribuan spesies laut, termasuk jenis yang langka, akan
punah dan ekosistem jadi nggak seimbang.
Hutan Mangrove Hutan mangrove sebenarnya termasuk dalam ekosistem
pesisir pantai, namun mereka tetap punya kontribusi untuk kehidupan sekitarnya.
Manfaat utama hutan ini adalah sebagai penghalang masuknya air laut ke darat
dan juga penyerap gas karbondioksida di udara. Sayangnya, jumlah hutan mangrove
semakin berkurang karena mengalami kerusakan. Dan kerusakan ini disebabkan
karena pembangunan kawasan perumahan, tambak, pusat rekreasi dan juga akibat
pencemaran limbah
Kapal Karam Meski bukan penghuni alami seperti yang sebelumnya,
keberadaan bangkai kapal yang karam sejak puluhan tahun lalu, ternyata punya
manfaat buat kehidupan laut. Yaitu sebagai tempat tinggal spesies laut yang
akhirnya membentuk sebuah ekosistem. Nggak cuma ikan dan hewan karang saja,
spesies laut yang langka pun betah tinggal di sini. Seperti yang ditemukan di
pesisir pantai Wayame, Ambon. Lima buah kapal yang karam menjadi tempat tinggal
solar power nudi alias kelinci laut. Mereka bahkan bersimbiosis dengan alga
untuk memproduksi makanan bagi para kelinci laut itu.
Dari
keseluruhan penjelasan di atas untuk kejelasan kesadaran kita sebagai semua
Hamba Allah untuk saling menjaga, Berjalanlah kehidupan seperti air mengalir

0 comments:
Post a Comment