Foto: Istimewa
Antony Ricolfi, Country CEO Lafarge Indonesia bersama Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah, memperingati 10 tahun peristiwa tsunami Aceh yang terjadi tanggal 21 Desember 2014 silam, di lokasi pabrik Lafarge Indonesia di Lhoknga, Minggu (21/12/2014).
Antony Ricolfi, Country CEO Lafarge Indonesia bersama Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah, memperingati 10 tahun peristiwa tsunami Aceh yang terjadi tanggal 21 Desember 2014 silam, di lokasi pabrik Lafarge Indonesia di Lhoknga, Minggu (21/12/2014).
LHOKNGA,
SUMUTPOS.CO – Memperingati 10 tahun peristiwa tsunami Aceh yang terjadi tanggal
21 Desember 2014 silam, Antony Ricolfi, Country CEO Lafarge Indonesia
mengatakan, Lafarge Indonesia memetik banyak pelajaran berharga dari kejadian
tersebut.
“Rasa solidaritas yang
begitu tinggi dari para karyawan Lafarge Group di seluruh dunia, terutama dari
kantor Medan dan Jakarta seketika bangkit 24 jam setelah peristiwa ini
terjadi,” kata Antony Ricolfi, dalam peringatan 10 tahun peristiwa tsunami
Aceh, di lokasi pabrik Lafarge Indonesia di Lhoknga, Minggu (21/12/2014).
Peringatan dihadiri oleh Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah serta seluruh
karyawan, para pensiunan, perwakilan keluarga karyawan yang menjadi korban
keganasan tsunami 10 tahun lalu, termasuk para anak yatim-piatu dari para
mantan karyawan.
Kata Antony, melihat
semua pertolongan yang cepat tersedia, dari kebutuhan mendasar hingga saat
rekonstruksi hadir dari seluruh penjuru dunia, dirinya selalu tersentuh saat
bertemu dengan para karyawan Lafarge di negara-negara lain, yang mengatakan
bahwa mereka pernah ke Aceh untuk menyediakan waktu dan memberi bantuan semampu
mereka.
”Momen tragis ini
justru menghadirkan sisi terbaik kita untuk menjadi lebih kuat, dengan semangat
untuk saling membantu. Saya banyak mendengar kisah mengharukan dari beberapa
karyawan yang mengalami musibah ini, betapa tingginya semangat solidaritas dari
beragam lokasi kantor kami dan sangat terutama dari Medan dan Jakarta.
Solidaritas yang begitu tinggi juga hadir dari Lafarge di seluruh penjuru
dunia,” katanya.
![]() |
Foto: Istimewa
Antony Ricolfi, Country CEO Lafarge Indonesia bersama Gubernur Aceh, dr. Zaini
Abdullah, memperingati 10 tahun peristiwa tsunami Aceh yang terjadi tanggal 21
Desember 2014 silam, di lokasi pabrik Lafarge Indonesia di Lhoknga, Minggu
(21/12/2014). Peringatan dihadiri seluruh karyawan, para pensiunan, perwakilan
keluarga karyawan yang menjadi korban keganasan tsunami 10 tahun lalu, termasuk
para anak yatim-piatu dari para mantan karyawan.
Ia
mengatakan, selalu ingat bagaimana dukungan diberikan bukan saja saat
menghadapi tragedi tsunami, tetapi juga dukungan untuk membangun kembali bisnis
Lafarge, dengan catatan khusus bagi rekan-rekan di Malaysia.
”Kini setelah 10
tahun, Anda semua dapat berbangga terhadap apa yang telah terjadi. Di plant, di
komunitas, ini semua adalah bukti terbaik tentang semangat yang baik, yang
dapat kami rasakan saat berada bersama Anda semua,” ujarnya.
Menurutnya, Lafarge
Indonesia dan masyarakat Lhoknga dan Leupung telah sama-sama bangkit dan
berkembang. “Sebagai bagian dari sebuah keluarga besar, kami tumbuh dan maju
bersama, hingga mencapai kondisi seperti ini,” ujar Antony. Ia pun menegaskan
bahwa bentuk kemitraan yang paling kini telah terjalin antara Lafarge Indonesia
dan komunitas di Lhoknga dan Leupung melalui program CSR yang selama ini
melibatkan komite masyarakat setempat.
“Dengan segala hal
positif yang terjadi selama 10 tahun inilah, kami ingin memaknai peringatan 10
tahun peristiwa tsunami ini melalui semangat kebersamaan, kerja keras, dan
optimisme tanpa batas dalam menghadapi masa depan,” tegasnya.
Pada kesempatan ini,
Gubernur Aceh akan mengunjungi pembangunan monumen peringatan tsunami, dan
meresmikan pameran foto yang keduanya berlokasi di dalam lahan pabrik Lafarge
Indonesia di Lhoknga. Monumen ini merupakan karya salah satu anak Aceh,
Suhendar, alumni Fakultas Teknik Arsitektur, Universitas Syiah Kuala. Suhendar
berhasil mengalahkan 60 finalis lainnya dalam Kompetisi Desain Monumen Tsunami
yang diselenggarakan oleh Lafarge Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik,
Universitas Syiah Kuala. (rel/mea)
http://sumutpos.co/2014/12/93490/haru-atas-bangkitnya-solidaritas-karyawan-lafarge-dari-seluruh-dunia



0 comments:
Post a Comment