Foto by hoteldekatkampus.com
HABADAILY.COM - Sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh bingung dengan legalitas tentang kewajiban mengikuti Ma'had dan Halaqah. Karena ada yang beredar informasi, hanya diwajibkan mengikuti salah satu program tersebut.
Nanda Putri misalnya, seorang mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry yang telah mengikuti program Ma'had ini juga tengah mengikuti Halaqah.
"Kami masih bingung, apakah setelah ikut Ma'had wajib mengikuti Halaqah lagi apa enggak? Karena banyak yang bilang kalau udah Halaqah enggak usah asrama dan kalau udah asrama enggak usah Halaqah," kata Nanda Putri pada Habadaily.com, Selasa (05/04/2016).
Sementara itu, Ketua Pelaksana Halaqah, Muhammad Zaini menyatakan, Halaqah ditujukan untuk membina mahasiswa yang belum mampu membaca Al-Quran. "Mahasiswa yang belum lancar membaca Al-Quran dibina pada Halaqah," jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa, mahasiswa yang sudah masuk Ma'had tidak wajib lagi untuk mengikuti program Halaqah. "Bagi mahasiswa yang sudah masuk Ma'had jangan lagi masuk Halaqah, kecuali yang mau menambah ilmu lagi," jelasnya.
Lanjutnya, bagi mahasiswa yang dipanggil untuk mengikuti Ma'had yang namanya sudah tertempel di kantor Ma'had, maka wajib mengikuti Ma'had. Namun bagi yang namanya tidak tercantum dalam panggilan itu boleh memilih untuk masuk Ma'had atau Halaqah.
Katanya, sertifikat Ma'had memang penting sebagai salah satu syarat sidang skripsi. Dalam hal ini Zaini menjelaskan bahwa sidang skripsi hanya memerlukan salah satu sertifikat dari Ma'had dan Halaqah.[acl]
Sumber: http://habadaily.com/haba-gaya/6432/mahasiswa-uin-bingung-milih-mahad--halaqah.html

0 comments:
Post a Comment