Home » , » Pucoek Krueng : Telaga Biru Di Lhoknga

Pucoek Krueng : Telaga Biru Di Lhoknga

Written By Unknown on Saturday, 31 May 2014 | 11:26:00


Pucoek Krueng adalah dimana tempat keluarnya mata air dan penghujunngnya sungai yang bermuara ke laut Lhoknga, yang tidak lepas dengan gunung, tebing dan Goa-goa, pucok krueng salah satu tempat yang sangat indah dan menarik perhatian para wisatawan. Berdasarkan sejarah dari orang tua indatu setempat pernah menceritakan tentang keadaan alam yang sesungguhnya. tempat itu banyak penghuninya, bahkan ada yang menceritakan tentang kisah adanya piring emas didalam Goa tersebut. piring itu digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan pernikahan/pesta dan acara kenduri. kemudian pada suatu kejadian, piring itu pecah, masyarakatpun tidak menggantinya dengan piring emas, melaikan piring buatan yang menyerupai piring emas, maka, lama-kelamaan piring itu menhilang sehingga tidak ada yang tau tentang kemana keberadaaan piring emas tersebut. Tempat pengambilan emas tersebut ada penjaganya yaitu Harimau, tetapi bukan harimau biasa, melaikan harimau penghuni, kalau dikatakan orang aceh adalah Asoe Lhok. Selain itu, ada juga beberapa penghuni lainnya seperti, Ular hitam besar, Buaya, Ikan berantai dan Beruang. Ada kaitanya dengan Gampuong/Desa yang bersebelah dengan pucok krueng tersebut, yaitu Gampong NAGAUMBANG. dinamainya Gampong Nagaumbang tersebut karena adanya ular besar yang sering berkeliaran di daerah itu, yaitu Ular besar hitam tadi yang di dalam Goa Pucok krueng tersebut. kemudian Ular besar itupun turun ke laut melalui sungai Krueng Raba, itu dikarenakan beberapa faktor, salah satunya kebisingan ulah manusia juga. nah, beberapa penghuni tersebut sudah jarang nampak lagi, tetapi penghuni Harimau, Buaya, Ikan berantai dan berung itu, sekali-kali ada juga pulang atau mengunjunginya kembali. jadi, untuk pengunjung dan wisatawan harus menjaga dan mematuhi segala larangan dan bersesuaikanlah dengan tempat yang amat bersejarah ini. Pucok Krueng pernah di bukukan juga, yaitu dalam buku Aceh Dalam Nusantara. dilam buku itu mengutip. masa perang Belanda dengan Aceh, adanya terjadi peperangan di daerah Meulaboh, namun para pejuang Aceh tidak sanggup melawan para Belanda akibat pasukanya terlalu banyak dibandingkan para Pejuang aceh, Pejuang Aceh bergegas meninggalkan Meulaboh menuju Gunung Gurute, ternyata, Belandapun tetap mengejarnya ketempat persembunyian itu. kemudian pejuang Aceh melanjudkan perjalanan dari kejaran para tentara Belanda, dalam perjalanan tersebut pejuang Aceh sudah kekurangan makanan dan minuman. pejuang Aceh hampir putus asa diakibatkan perjalanan masih panjang dengan mengingat logistik semakin menipis. pada suatu pegunungan tidak jauh dari Pucok krueng pejuang Aceh beristirahat, didalam istirahat tersebut, seorang Ule Balang mengutuskan kepada anak buahnya untuk mengecek adanya tempat berteduh, dan akhirnya, anak buah itupun kembali dengan membawa berita yang sangat menggembirakan. mereka menemui tempat yang sangat strategis untuk beristirahat. yaitu Pucok krueng. para tentara Belandapun kehilangan jejank orang aceh, sehingga belanda ditarik kembali. Pucok Krueng menjadi sumber potensi bagi masyarakat sekitar kususnya para petani. BERSAMBUNG 

0 comments:

Post a Comment